Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

Anda gelisah, resah, galau? Coba periksa ibadahmu dan juga periksa apakah kamu jauh dari keluarga?

Sebagian orang ada yang lupa dengan keluarga karena sibuk bekerja dan bisnis. Pergi saat anak istri belum bangun dan pulang saat anak istri sudah tidur. Ingatlah seloyal apapun anda di tempat kerja, sebanyak apapun teman dan relasi anda, sesering apapun anda menyapa atau chatting dengan teman dan sahabat di hp anda, ketika anda sakit atau terpuruk maka teman, relasi, ataupun pimpinan anda hanya bisa bersimpati sejenak, perusahaan tempat kerja anda juga akan dengan mudah menggantikan anda dengan orang lain apabila sakitnya cukup lama, akan tetapi anak dan istri lah yang akan senantiasa merawat, menyemangati,  mendoakan, dan setia mendampingi anda walau terkadang mereka sering terlupakan, sering tidak diperhatikan, bahkan bisa jadi sering disia siakan. 

Proporsional dalam waktu jangan sampai menyesal di kemudian hari, ingat jangan sampai waktu untuk keluarga hanya sebagai sisa, Rosululloh sendiri seorang pebisnis keras, pendakwah, pemimpin ummat, tetapi Beliau juga orang yang sangat perhatian dengan keluarga dan tidak hanya sekedar memberikan waktu sisa untuk keluarga

Tidak ada gunanya dihormati, dipuji, disegani banyak orang tetapi di keluarga sendiri tidak dianggap ada. Harta banyak, kedudukan tinggi, jabatan strategis tidak bisa menjamin kehidupan keluarga bisa harmonis

Bekerjalah dengan giat dan ulet, beribadah yang rajin, selain itu seringlah bercengkrama dengan keluarga agar hidup lebih tenang dan seimbang

Nurdin Syaiful Baladi, S.T

Tetap lakukan dan ikhtiarkan sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Bisa jadi hasilnya baru akan terlihat 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun, 2 tahun bahkan lebih dari itu. Tidak ada yang instan semua butuh proses. Berpikirlah jangka panjang bukan berpikir hanya untuk saat ini
Abaikan jika ada orang lain menyepelekan, menghina, mengejek karena akan menyesal sendiri jika sudah melihat hasilnya. Jangan membandingkan dengan orang lain karena masing2 punya kondisi berbeda tidak bisa disamakan. Yang terpenting Tawakal, Ikhtiar, Doa Insya Alloh lebih tenang

Nurdin Syaiful Baladi, S.T

Jabatan, sebuah kata yang bisa membuat orang lupa diri saat meraihnya. Mulai dari proses meraihnya dan saat sudah tercapai. Ada sebuah kisah, sekelompok orang pada awalnya bersama-sama, ketika salah satu membutuhkan bantuan yang lainnya membantu begitu sebaliknya. Mereka menjalin ukhuwah kekeluargaan yang begitu erat. Tibalah suatu ketika mereka diuji, salah satu dari mereka telah menjadi seorang pemimpin dan memiliki jabatan yang tinggi. Terjadilah perubahan yang signifikan, yang tadinya solidaritas dan kepentingan bersama menjadi salah satu yang utama, sekarang menjadi egoisitas dan keangkuhan yang muncul, bahkan dengan teman satu perjuanganpun juga tega dan berbuat dzolim. Itulah sekelumit contoh kisah betapa jabatan terkadang bisa merubah segalanya

Dalam era sekarang ini, bisa kita lihat bermunculan pejabat-pejabat yang hilang kepedulianya terhadap orang lain, padahal saat belum menjabat begitu keras menyuarakan perjuangan. Kenapa hal ini kerap terjadi? jawabannya adalah kesiapan individu menerima amanah masih lemah. Iman bukan menjadi hal yang pokok dalam menjalankan amanah, terkadang kepentingan duniawi yang menjadi prioritas. Apalagi saat jabatan di tangan juga beriringan dengan gemerlapnya harta dan tidak jarang ada yang terjerumus dengan hal-hal yang kurang baik.

Kehidupan manusia ibarat roda berputar, ada saatnya diatas ada saatnya dibawah. Nah marilah kita persiapkan segalanya, persiapan iman dan taqwa menjadi hal yang utama. Saat Alloh memberikan ujian kita dalam posisi diatas alias sukses baik jabatan dan harta maka tetaplah bersikap baik, bantu mereka yang membutuhkan, baik dengan sesama dan tidak sewenang-wenang serta makin meningkat keimanan dan ketaqwaan kita. Manakala suatu saat kita di posisi bawah alias diuji dengan kekurangan maka bersikaplah sabar dan tetap menjaga keimanan kita. Semoga Alloh senantiasa membimbing kehidupan kita lebih baik dan berkah. Aamiin

Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Kebaikan merupakan hal yang sangat disukai oleh semua orang. Ketika melihat ada orang berbuat baik saja hati terasa nyaman, apalagi kalau yang berbuat baik adalah diri kita. Namun kebaikan tidak harus senantiasa diperlihatkan, ada kalanya kebaikan yang tahu hanya diri kita dan Alloh. Tidak salah jika kebaikan diperlihatkan dengan tujuan menjadi penyemangat bagi orang lain, akan tetapi harus benar-benar menjaga niat karena terkadang beda tipis antara riya dan ikhlas

Pada masa sekarang ini sangat diperlukan orang yang baik secara keseluruhan meliputi baik ibadahnya dan baik akhlaqnya. Baik dalam ibadah tetapi ternyata akhlaq kepada orang lain buruk bisa jadi kelak akan mengalami kerugian karena kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan akan diserahkan kepada orang yang merasa dirugikan atas tingkah lakunya. Begitu juga kalau hanya baik akhlaq tetapi buruk ibadahnya maka dia juga rugi, ada sebagian orang yang berpendapat "Yang penting berbuat baik tidak harus ibadah". Pendapat ini tidak tepat karena antara ibadah dan Akhlaq saling berhubungan satu dengan yang lain

Mari kita semua terus senantiasa memperbaiki diri kita baik dalam ibadah dan akhlaq sehingga kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan taat kepada Alloh SWT

Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Alloh telah menjamin rezeki kita semua, tidak ada manusia yang tidak diberi rezeki oleh Alloh SWT. Hanya saja sering kita malas untuk membuka pintu rezeki tersebut. Sebagian orang beranggapan rezeki hanya didapat dari gaji ketika kita bekerja, padahal banyak pintu-pintu rezeki lain yang bisa kita buka. salah satu dari pintu tersebut adalah melalui berdagang atau dalam masa sekarang lebih dikenal dengan berbisnis. Rosulullah sendiri merupakan seorang pebisnis yang berhasil, dan dari hasil bisnisnya beliau gunakan untuk membiayai dakwah

Umat Islam saat ini masih kalah dalam hal bisnis dibanding yang lain, bisa jadi karena kita hanya merasa cukup dengan  bekerja saja sehingga terkadang menjadi kendala dalam berdakwah. Salah satu ulama Indonesia yang sukses berdakwah ternyata beliau berbisnis terlebih dahulu untuk menopang kegiatan dakwahnya. Mari kita membuka pintu rezeki dari mana saja dengan berbisnis dan niatkan tidak hanya karena dunia tetapi niatkan karena Alloh untuk membatu Ummat dan berdakwah

Yuk Berbisnis...!


Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Manusia diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Alloh telah memberikan semua kebutuhan yang manusia butuhkan. Terkadang kita sering merasa belum percaya diri karena melihat kesuksesan orang lain. Kesuksesan yang sering kita lihat adalah banyaknya harta, jabatan, popularitas. Padahal itu semua bukan menjadi patokan sebagai alat ukur kesuksesan

Alloh memberikan kelebihan pada setiap manusia agar kita menjadi diri kita sendiri. Ketika kita berusaha menjadi orang lain maka hidup kita tidak akan tenang.Orang-orang yang enggan menjadi diri sendiri maka kehidupannya malah berantakan, sebaliknya orang yang percaya diri dan berusaha menjadi diri sendiri dia cenderung akan sukses dan melakukan percepatan dalam hidupnya. Tentunya semua yang kita lakukan tetap harus dilandaskan karena Alloh SWT. 

Sudahkan anda menjadi diri anda sendiri...?


Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Ikhlas, kata-kata yang mudah diucapkan akan tetapi sangat berat dalam pelaksanaan. Orang sering berkata ikhlas di mulut ketika memberi, membantu, atau yang lain agar mendapat pujian. Keikhlasan dalam Islam identik dengan setiap kegiatan atau aktifitas yang dilakukan hanya karena Allah SWT tidak yang lain. Ada suatu kisah dari seorang ulama terkait keikhlasan, dikisahkan tukang becak di suatu kota merenung bagaimana caranya agar bisa mendapat syurga Allah, dengan sedekah harta tidak mungkin karena penghasilan tidak cukup. Akhirnya terlintas niatan si tukang becak tadi yaitu memberikan layanan becak gratis ke penumpang setiap hari Jum’at. Hal ini dilakukan semata-mata ingin mendapat syurga Allah. Pada suatu hari ada penumpang yang mencoba apakah benar setiap Jum’at gratis naik becak? setelah beberapa kali ternyata benar, waktu itu penumpang tersebut memiliki nadzar ingin menghajikan seseorang, teringatlah si tukang becak tadi. Akhirnya tanpa disangka-sangka si tukang becak tadi mendapat rejeki berupa naik haji gratis. Dari cerita tersebut bisa diambil hikmah bahwa keikhlasan dalam melakukan sesuatu akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang tidak disangka-sangka bahkan tidak terpikirkan seperti tukang becak tadi awalnya hanya ingin memberikan layanan becak gratis setiap Jum’at ternyata bisa naik haji gratis. Semoga kita semua bisa ikhlas dalam setiap kegiatan

Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Semua manusia diciptakan oleh Allah sama, diberi waktu 24 jam sehari. Dalam waktu yang diberikan itu ada yang bisa memanfaatkan dengan baik ada yang tidak, ada yang sukses ada yang tidak, bagamana dengan kita?…Pada masa sekarang ini banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam beraktifitas kerja. Sebagian masyarakat ketika bekerja yang terjadi adalah sbb :
  1. Bekerja hanya karena orang lain (baca :pimpinan) jika pimpinan ada bekerjanya rajin, tetapi jika tidak ada bekerjanya seenaknya
  2. Kebiasaaan tidak disiplin “berangkat terlambat pulang cepat sebelum waktu pulang”
  3. Menunda pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan hanya karena malas
  4. Banyak ngobrol saat bekerja sehingga melalaikan waktu dengan sia-sia
  5. dan masih banyak lagi…
Sebagai seorang muslim hendaknya ketika beraktifitas atau bekerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai pegangan :
  1. Bekerja ikhlas hanya karena Allah
  2. Bekerja sebagai ibadah
  3. Bekerja sebagai Jihad
  4. Bekerja untuk Maisyah
Insya Allah jika 4 hal diatas dilaksanakan maka segala aktifitas akan terasa ringan. Memang untuk mewujudkan itu butuh pengorbanan dan keistiqomahan karena tidak semua orang bisa dengan mudah melaksanakannya. Semoga Allah senantiasa memberika kita semua keistiqomahan. Teringat ungkapan mengatakan “Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin dilakukan jika Allah berkehendak dan kita mau berusaha melaksanakan” dan Allah tidak akan mengubah nasib kaum-Nya jika kaum-Nya itu sendiri tidak mau berubah. Semoga kita semua digolongkan dalam orang-orang yang mendapat rahmat dan pertolongan Allah SWT. Amiin.

Nurdin Syaiful Baladi, S. T

Sahabat, hidup ini merupakan roda yang berputar terkadang dibawah terkadang diatas. Manakala kita berada di bawah kemudian ada seseorang yang menguatkan, membantu, membimbing sehingga kita bangkit dan kembali bersemangat bahkan sukses masihkan kita ingat kebaikan orang tersebut?..Mungkin kita tetap ingat kalau tidak pernah ada masalah, tetapi seandainya orang tersebut sempat berselisih, tidak sepaham, bahkan mengkritik kita dengan tujuan kebaikan apakah kita tetap masih ingat?…Nah terkadang kita begitu mudahnya melupakan kebaikan orang lain karena pernah berselisih, tidak sepaham, atau mengkritik kita. Ini juga bisa berlaku di suatu perusahaan, organisasi, lembaga, yayasan, atau instansi pemerintahan. Orang yang tadinya memiliki jasa besar dalam perkembangan perusahaan atau organisasi tiba-tiba harus disingkirkan karena yang bersangkutan mengkritik dan tidak sepaham dengan perusahaan atau organisasi Padahal bisa jadi kepedulian orang lain justru karena kritikan untuk ke arah lebih baik. Yuk mulai saat ini jangan pernah melupakan kebaikan orang lain sekecil apapun


Nurdin Syaiful Baladi, S. T
www.nurdin.id 

Admin Web

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieX7Wu_Ow2E_A0AE3sPLQNm-zq50S0Jf3ywmeThVXc17OSNOLpCzV__LIbeZjG5LJyf9jgnru0l5u2Z0ts5W-fNT3MnXQ1wwqUxtyQpT6yHuqY1b5Y5yw-qwa0Du9bbcPpZXxQYrukSaVy/s400/Sketch+of+Conan+Edogawa+(4).jpg} Semoga tulisan dalam blog ini bermanfaat bagi semua. {facebook#https://www.facebook.com/nurdin.izzan} {twitter#https://twitter.com/nurdin212} {instagram#https://www.instagram.com/webjogja/}
Diberdayakan oleh Blogger.